Mengapa STAR Stable Income Fund Kelas Utama Tetap Stabil di Tengah Ketidakpastian Geopolitik dan Cocok untuk Investasi Jangka Panjang?

15 Juli 2026 Ditulis oleh Hardy Tandoko
Featured

Key Takeaways

  1. Tetap stabil meski geopolitik memanas. STAR Stable Income Fund Kelas Utama hanya mencatatkan drawdown -0,52% dalam 1 tahun terakhir, di tengah lonjakan harga minyak Brent akibat ketegangan di Selat Hormuz dan meningkatnya potensi tekanan inflasi bukti nyata ketahanan reksa dana pendapatan tetap dibandingkan instrumen berisiko tinggi.
  2. Konsisten mengungguli tolok ukur di jangka panjang. Dalam 5 tahun terakhir, reksa dana ini tumbuh 47,00% dibandingkan tolok ukur yang hanya 25,51%, dan sejak diluncurkan pada 2016 telah mencatatkan akumulasi kinerja 121,12% hampir dua kali lipat dari tolok ukurnya sebesar 76,07%.
  3. Akses terjangkau dengan portofolio yang terdiversifikasi. Minimum investasi awal hanya Rp10.000, dengan penilaian NAB harian dan alokasi portofolio yang didominasi surat utang korporasi (95,14%) dari berbagai sektor, dikelola oleh STAR AM yang telah berpengalaman sejak 1990.

Reksa Dana STAR Stable Income Fund Kelas Utama adalah produk investasi berjenis pendapatan tetap yang dikelola oleh PT Surya Timur Alam Raya Asset Management (STAR AM). Produk ini pertama kali efektif pada 24 Maret 2016 dan resmi diluncurkan pada 29 April 2016, dengan mata uang dasar Rupiah. Berdasarkan fund fact sheet per 30 Juni 2026, Harga Unit Penyertaan (NAB/Unit) tercatat sebesar Rp 2.211,1687, dengan Total Nilai Aktiva Bersih mencapai Rp 11.104.842.384.731,10.

Sesuai namanya, reksa dana ini dirancang untuk investor yang mengutamakan stabilitas pertumbuhan dana dengan tingkat risiko yang lebih terukur dibandingkan reksa dana saham, namun tetap berpotensi memberikan imbal hasil yang lebih baik daripada instrumen pasar uang biasa. Relevansi ini semakin terasa di tengah kondisi pasar global yang sedang bergejolak, di mana meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah memicu lonjakan harga minyak dan menambah ketidakpastian di pasar keuangan. Artikel ini merangkum informasi penting dari fund fact sheet resmi mulai dari kebijakan investasi, komposisi portofolio, kinerja historis, biaya, hingga profil risiko, serta bagaimana produk ini merespons kondisi ketidakpastian geopolitik terkini agar calon maupun pemegang unit penyertaan dapat memahami produk ini secara menyeluruh sebelum mengambil keputusan investasi.

Apa itu Reksa Dana STAR Stable Income Fund Kelas Utama?

Reksa Dana STAR Stable Income Fund Kelas Utama adalah reksa dana kategori Pendapatan Tetap (Fixed Income), yaitu reksa dana yang sebagian besar dananya dialokasikan pada instrumen surat utang. Produk ini tercatat dengan Kode ISIN IDN000238904 dan diawasi berdasarkan Surat Pernyataan Efektif No. S-120/D.04/2016.

Dengan minimum investasi awal hanya Rp 10.000, produk ini tergolong terjangkau untuk berbagai kalangan, meski keputusan berinvestasi tetap perlu disesuaikan dengan profil risiko dan tujuan keuangan masing-masing investor.

Profil Manajer Investasi: PT STAR Asset Management

STAR AM merupakan perusahaan manajer investasi yang berdiri sejak 1990 dan berstatus sebagai anak perusahaan dari PT Aldiracita Sekuritas Indonesia. Perusahaan ini memegang izin usaha sebagai Manajer Investasi dari otoritas Pasar Modal (BAPEPAM) berdasarkan surat keputusan Nomor KEP-09/PM/MI/2004 tanggal 4 Oktober 2004.

Bagaimana Kondisi Ketidakpastian Geopolitik Saat Ini Memengaruhi Pasar Keuangan?

Lonjakan Harga Minyak Akibat Ketegangan di Selat Hormuz Pada pertengahan Juli 2026, harga minyak mentah Brent melonjak sekitar 9,5% ke kisaran US$83 per barel level tertinggi dalam sekitar satu bulan terakhir. Lonjakan ini dipicu oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebutkan bahwa negaranya akan kembali memberlakukan blokade terhadap kapal-kapal Iran yang melintasi Selat Hormuz, sekaligus mengenakan biaya tambahan atas kargo yang melewati jalur pelayaran strategis tersebut. Kebijakan ini menyusul kembali memanasnya hubungan Washington dan Teheran, termasuk serangkaian serangan terhadap infrastruktur energi di kawasan, yang turut memperbesar kekhawatiran pasar terhadap pasokan minyak global.

Potensi Dampaknya terhadap Inflasi dan Arah Kebijakan The Fed

Kenaikan harga minyak secara historis kerap berdampak pada tekanan inflasi, karena biaya energi merupakan komponen penting dalam biaya produksi dan distribusi barang secara luas. Ketika tekanan inflasi meningkat, bank sentral seperti The Federal Reserve (The Fed) cenderung mempertahankan atau bahkan memperketat kebijakan moneternya (bersikap hawkish) guna menjaga stabilitas harga. Kondisi semacam ini umumnya turut meningkatkan volatilitas di pasar keuangan global, termasuk pasar obligasi dan pasar saham, sehingga investor cenderung lebih selektif dalam menempatkan dananya.

Bagaimana STAR Stable Income Fund Kelas Utama Tetap Stabil di Tengah Kondisi Ini?

Di tengah tekanan geopolitik dan potensi inflasi tersebut, Reksa Dana STAR Stable Income Fund Kelas Utama tercatat hanya mengalami penurunan (drawdown) sebesar -0,52% dalam periode 1 tahun terakhir. Angka ini mencerminkan karakteristik reksa dana pendapatan tetap yang umumnya lebih tahan terhadap gejolak pasar dibandingkan instrumen berisiko tinggi seperti saham, sejalan dengan tujuan investasi produk ini untuk mengupayakan pertumbuhan yang stabil dan melindungi modal pemegang unit penyertaan.

Perlu dicatat bahwa kondisi pasar dapat berubah sewaktu-waktu, dan ketahanan terhadap gejolak geopolitik pada periode tertentu tidak menjamin hasil yang sama pada periode mendatang.

Apa Tujuan Investasi Reksa Dana Ini?

Tujuan investasi Reksa Dana STAR Stable Income Fund Kelas Utama adalah mengupayakan tingkat pertumbuhan dana yang stabil dan berkesinambungan, dengan tingkat risiko yang terukur, guna melindungi modal pemegang unit penyertaan. Beberapa manfaat yang ditawarkan produk ini antara lain:

  • Pengelolaan dana secara profesional oleh manajer investasi
  • Diversifikasi portofolio ke berbagai instrumen surat utang
  • Kemudahan proses investasi
  • Peluang reinvestasi yang optimal
  • Kemudahan proses penjualan kembali (pencairan) unit penyertaan

Kemana Dana Reksa Dana Ini Diinvestasikan?

Kebijakan Investasi Berdasarkan kebijakan investasinya, alokasi portofolio reksa dana ini diarahkan sebagai berikut:

Kebijakan Investasi STAR AM.png

Komposisi Portofolio Aktual per 30 Juni 2026

Secara aktual, komposisi portofolio reksa dana ini didominasi oleh surat utang korporasi, dengan rincian sebagai berikut:

Komposisi Porto STAR AM.png

10 Efek dengan Alokasi Terbesar

Berikut sepuluh efek dengan porsi terbesar dalam portofolio (disusun berdasarkan abjad sesuai fund fact sheet):

10 efek terbesar STAR AM.png

Susunan ini menunjukkan bahwa portofolio reksa dana tersebar pada obligasi korporasi dari berbagai sektor, dengan satu instrumen deposito di bank BUMN sebagai penopang likuiditas. Berapa Biaya yang Dikenakan pada Reksa Dana Ini? Sebelum berinvestasi, penting untuk memahami struktur biaya yang berlaku, karena biaya ini akan memengaruhi imbal hasil bersih yang diterima investor:

  • Biaya Pembelian: maksimum 2%*
  • Biaya Penjualan Kembali: maksimum 2%*
  • Biaya Pengalihan: maksimum 2%*
  • Biaya Manajemen (Management Fee): maksimum 3% per tahun
  • Biaya Kustodian: maksimum 0,5% per tahun

*Note: Seluruh biaya transaksi ditanggung oleh Sayakaya Angka-angka di atas merupakan batas maksimum yang dapat dikenakan; besaran aktual yang berlaku sebaiknya dikonfirmasi langsung melalui agen penjual atau dokumen prospektus resmi.

Bagaimana Kinerja Reksa Dana Ini?

Kinerja Historis per 30 Juni 2026

Dalam jangka menengah hingga panjang (3 tahun ke atas), kinerja reksa dana ini tercatat berada di atas tolok ukurnya.

Kinerja STAR AM vs benchmark.png Tabel Kinerja STAR AM vs Benchmark.png

Kinerja Tertinggi dan Terendah

Sepanjang riwayatnya, kinerja bulanan tertinggi reksa dana ini tercatat pada Maret 2022 sebesar 6,64%, sementara kinerja terendah terjadi pada Maret 2020 sebesar -5,49% periode yang bertepatan dengan gejolak pasar global akibat pandemi.

Tolok Ukur (Benchmark) yang Digunakan

Metode perhitungan tolok ukur reksa dana ini telah mengalami perubahan seiring waktu:

  • Sampai dengan April 2021: 50% Rata-Rata Deposito Rupiah 1 Bulan (Net) dan 50% IBPA Government Bonds Index
  • Sejak Mei 2021: Indonesia Deposit Rate IDR 1 Bulanan + 2%
  • Perubahan metode ini perlu diperhatikan saat membandingkan kinerja reksa dana lintas periode, karena tolok ukur yang digunakan sebelum dan sesudah Mei 2021 tidak sepenuhnya sama.

Apa Saja Risiko Investasi di Reksa Dana Ini?

Reksa Dana STAR Stable Income Fund Kelas Utama dikategorikan memiliki tingkat risiko rendah-sedang. Reksa dana ini berinvestasi pada efek bersifat utang dan/atau instrumen pasar uang dalam negeri, sehingga investor tetap memiliki eksposur risiko dari volatilitas efek bersifat utang, termasuk yang diterbitkan pemerintah.

Faktor Risiko Utama

Beberapa faktor risiko yang perlu dipahami investor sebelum berinvestasi meliputi:

  • Risiko Kredit: potensi gagal bayar dari penerbit surat utang
  • Risiko Peraturan: perubahan kebijakan atau regulasi yang memengaruhi pasar modal
  • Risiko Likuidasi: risiko terkait proses pembubaran reksa dana
  • Risiko Suku Bunga: fluktuasi harga surat utang akibat perubahan suku bunga acuan
  • Risiko Pasar: pergerakan harga instrumen investasi akibat kondisi pasar secara umum
  • Risiko Likuiditas: potensi kesulitan mencairkan aset portofolio pada harga wajar saat dibutuhkan

Bagaimana Cara Berinvestasi di Reksa Dana Ini?

Investor dapat memulai investasi dengan nilai awal mulai dari Rp 10.000 dan penambahan berikutnya juga mulai dari Rp 10.000. Penilaian unit penyertaan dilakukan setiap hari (harian), sehingga NAB/Unit dapat berubah setiap hari bursa. Bukti kepemilikan sah atas reksa dana berupa Surat Konfirmasi Pembelian, Penjualan Kembali, atau Pengalihan yang diterbitkan oleh Bank Kustodian, dan investor disarankan mendaftar melalui AKSes KSEI untuk dapat memantau kepemilikan unit penyertaannya secara mandiri.

Kesimpulan

Reksa Dana STAR Stable Income Fund Kelas Utama merupakan reksa dana pendapatan tetap dengan mayoritas alokasi pada surat utang korporasi (95,14%), dikelola oleh STAR AM sejak 2016, dan mencatatkan kinerja jangka panjang yang berada di atas tolok ukurnya bahkan hanya mencatatkan drawdown -0,52% dalam 1 tahun terakhir di tengah gejolak geopolitik akibat ketegangan di Selat Hormuz. Karakteristik inilah yang membuat produk ini relevan bagi investor yang mengutamakan stabilitas dengan profil risiko rendah-sedang sekaligus potensi pertumbuhan yang optimal dalam jangka panjang, meski tetap perlu diingat bahwa kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa mendatang.

Disclaimer: Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi berdasarkan data yang tercantum dalam Fund Fact Sheet resmi Reksa Dana STAR Stable Income Fund Kelas Utama per 30 Juni 2026, serta informasi kondisi pasar dan geopolitik yang berkembang pada saat artikel ini ditulis. Artikel ini bukan merupakan penawaran, ajakan, rekomendasi, maupun nasihat untuk membeli atau menjual unit penyertaan reksa dana tertentu. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang, dan nilai investasi pada reksa dana dapat mengalami kenaikan maupun penurunan. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi, calon maupun pemegang unit penyertaan wajib membaca dan memahami secara lengkap isi Prospektus.


Editor: Hardy Tandoko (bersertifikasi WPPE, WMI, dan CSA)

Lihat Blog Lainnya

thumbnail
Education 14 Juli 2026

Bagaimana Memilih Reksa Dana yang Tepat Sesuai Dengan Tujuan Investasi?

Reksa dana menjadi salah satu instrumen investasi yang semakin diminati karena menawarkan kemudahan, diversifikasi, serta dikelola oleh manajer investasi profesional. Namun, memilih reksa dana yang tepat tidak bisa dilakukan hanya berdasarkan tren atau rekomendasi orang lain. Langkah pertama yang paling penting adalah menentukan tujuan investasi.

Baca Selengkapnya
thumbnail
Education 13 Juli 2026

Masih Bingung Istilah-Istilah Dalam Investasi Reksa Dana? Berikut Rangkumannya!

Saat pertama kali belajar investasi reksa dana, banyak orang merasa bingung karena menemukan berbagai istilah yang terdengar asing. Mulai dari NAB, Manajer Investasi, subscription, hingga redemption. Padahal, istilah-istilah tersebut sebenarnya menggambarkan proses yang akan sering Anda temui saat berinvestasi.

Baca Selengkapnya
thumbnail
Market Update 10 Juli 2026

Mengapa Geopolitik Kembali Memanas, Harga Minyak Brent Melonjak, dan Status Emerging Market Indonesia Terancam? (Weekly Newsletter 10 Juli 2026)

Geopolitik Timur Tengah kembali memanas awal Juli 2026 setelah Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan baru ke Iran dan Presiden Trump mengeluarkan peringatan keras yang membuka peluang aksi militer lanjutan. Eskalasi ini langsung mendorong harga minyak Brent melonjak mendekati US$79 per barel, menguat hampir 10% dalam sepekan, meski OPEC+ tengah bersiap menambah kuota produksi Agustus 2026 sebesar 188.000 barel per hari. Lonjakan harga energi turut memperbesar risiko inflasi global, memaksa The Federal Reserve dalam rapat pertama di bawah Ketua baru Kevin Warsh mengambil sikap hati-hati dengan menahan suku bunga di 3,50%–3,75%, meski inflasi PCE naik ke 4,1% dan sejumlah pejabat menilai kenaikan lanjutan masih diperlukan.

Baca Selengkapnya

Aplikasi SayaKaya:
Mudah, Cepat, dan Terkurasi!

Semua orang kini bisa berinvestasi Reksa Dana dengan mudah hanya lewat satu aplikasi saja. Download sekarang!

HFM - Unverified - Shadow HFM - Verified - Shadow HFM - Unverified HFM - Verified stars
Sayakaya Logo Copyright ©2024 Landing Page
Download Aplikasi
PT SAYAKAYA LAHIR BATIN
location Sahid Sudirman Centre lt 12
Jl. Jend. Sudirman No.Kav. 13-15, Jakarta 10220
phone +62212527989
email hi@sayakaya.id
SayaKaya adalah aplikasi investasi reksa dana yang berlaku sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dengan produk reksa dana dan manajer investasi pilihan yang telah terkurasi. Dikelola dan dikembangkan oleh PT Sayakaya Lahir Batin yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan dengan nomor registrasi KEP-17/PM.21/2021.

Investasi reksa dana mengandung risiko. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Calon pemodal/pemodal wajib mempelajari prospektus sebelum berinvestasi reksa dana. Dalam melakukan transaksi jual dan beli reksa dana, calon pemodal/pemodal diharapkan memperhatikan profil risiko, kondisi keuangan serta tujuan investasi dari masing-masing calon pemodal/pemodal.