Market Update

search
thumbnail
Market Update 21 Agustus 2026

Bank Indonesia Tahan Suku Bunga, The Fed Condong Hawkish, dan Ekonomi China Melambat, Bagaimana Dampaknya bagi Indonesia? (Weekly Newsletter 21 Agustus 2026)

Bank Indonesia memutuskan mempertahankan BI Rate di level 5,75% untuk bulan kedua berturut-turut pada Rapat Dewan Gubernur 18–19 Agustus 2026, sejalan dengan ekspektasi mayoritas ekonom setelah bank sentral sebelumnya menaikkan suku bunga secara agresif sebesar 100 basis poin pada Mei dan Juni. Keputusan ini diambil di tengah rangkaian perkembangan global yang tidak sepenuhnya mendukung: risalah rapat The Fed bulan Juli menunjukkan kecenderungan hawkish dengan potensi kenaikan suku bunga jika inflasi tidak turun, sementara ekonomi China kehilangan momentum pada Juli akibat lemahnya permintaan domestik dan tekanan sektor properti.

Baca Selengkapnya
thumbnail
Market Update 14 Agustus 2026

MSCI Pertahankan Status Emerging Market Indonesia di Tengah Ketidakpastian Global, Bagaimana Strategi Investasinya? (Weekly Newsletter 14 Agustus 2026)

1. MSCI pertahankan status Indonesia di emerging market, namun bobot indeks justru diturunkan. Kabar baik bagi kredibilitas pasar modal Indonesia ini datang berbarengan dengan dikeluarkannya dua emiten besar, GOTO dan CPIN, dari klasifikasi Global Standard Indexes pengingat bahwa status yang dipertahankan tidak selalu berarti tanpa catatan.

Baca Selengkapnya
thumbnail
Market Update 7 Agustus 2026

Ekonomi Indonesia Tetap Solid di Tengah Perlambatan Ekonomi China dan Ketidakpastian Global, Apa yang Sebenarnya Terjadi? (Weekly Newsletter 7 Agustus 2026)

Indonesia menunjukkan ketahanan ekonomi yang solid pada awal Agustus 2026. Badan Pusat Statistik mencatat PDB kuartal II-2026 tumbuh 5,29% secara tahunan, ditopang konsumsi rumah tangga dan investasi yang tetap kuat. Di saat bersamaan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun ke level terendah sejak 1994, sementara tingkat kemiskinan mencapai posisi terendah sejak 1999. Sederet capaian ini datang pada momen yang tidak biasa justru ketika perekonomian global tengah dibayangi berbagai sumber ketidakpastian.

Baca Selengkapnya
thumbnail
Market Update 31 Juli 2026

AS Perluas Tarif Impor, Harga Brent Kembali Melonjak, dan Gubernur BI Mundur Apa Dampaknya bagi Investor Indonesia? (Weekly Newsletter 31 Juli 2026)

Pekan terakhir Juli 2026 diwarnai serangkaian perkembangan besar yang datang serentak dari berbagai penjuru dunia. Di level global, Amerika Serikat memperluas kebijakan tarif impornya ke 60 negara melalui Section 301, sementara harga minyak Brent kembali melonjak tajam di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah yang semakin memperparah gangguan pelayaran di Laut Merah dan Selat Hormuz. The Fed memilih menahan suku bunga untuk kelima kalinya berturut-turut, meski tiga pejabatnya memilih beda suara dan mendukung kenaikan. Di sisi domestik, Indonesia mencatatkan berita mengejutkan: Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo resmi mengundurkan diri dengan alasan pribadi, dan Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti ditunjuk sebagai Penjabat Sementara.

Baca Selengkapnya
thumbnail
Market Update 24 Juli 2026

Seberapa Resilient Ekonomi & Pasar Keuangan Indonesia di Tengah Gejolak Geopolitik yang Kembali Memanas? (Weekly Newsletter 24 Juli 2026)

Di tengah memanasnya konflik AS-Iran yang mendorong harga minyak dunia ke level tertinggi dalam enam minggu terakhir, serangan Houthi terhadap kapal tanker Arab Saudi di Laut Merah, dan ketidakpastian pasar global yang masih tinggi, ekonomi dan pasar keuangan Indonesia justru menunjukkan sinyal-sinyal resiliensi yang cukup menggembirakan.

Baca Selengkapnya
thumbnail
Market Update 20 Juli 2026

Inflasi AS Melandai dan Klaim Pengangguran Turun, Ke Mana Arah Suku Bunga The Fed Selanjutnya?

Inflasi Amerika Serikat (AS) mencatatkan penurunan untuk pertama kalinya dalam enam tahun terakhir pada Juni 2026, sementara jumlah klaim tunjangan pengangguran baru turun ke level terendah dalam beberapa pekan terakhir. Dua data ekonomi ini menjadi sorotan utama pasar global karena secara langsung mempengaruhi pertimbangan Federal Reserve (The Fed) dalam menentukan arah kebijakan suku bunga ke depan.

Baca Selengkapnya
thumbnail
Market Update 17 Juli 2026

Mengapa Inflasi AS Melandai dan Rating Indonesia Tetap Stabil di Tengah Ketegangan Geopolitik yang Memanas dan Lonjakan Harga Minyak? (Weekly Newsletter 17 Juli 2026)

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memanas pertengahan Juli 2026, dipicu oleh krisis di Selat Hormuz setelah Iran mendeklarasikan penutupan jalur pelayaran strategis tersebut, menyusul serangan Amerika Serikat (AS) ke Iran untuk ketiga kalinya dalam sepekan. AS merespons dengan memberlakukan kembali blokade terhadap Iran dan mengenakan tarif 20% atas kargo yang melintasi selat tersebut. Eskalasi ini mendorong harga minyak Brent melonjak ke atas US$85 per barel, memperpanjang kenaikan selama empat sesi berturut-turut dan memicu kekhawatiran baru terhadap rantai pasok energi global serta lonjakan inflasi lanjutan.

Baca Selengkapnya
thumbnail
Market Update 10 Juli 2026

Mengapa Geopolitik Kembali Memanas, Harga Minyak Brent Melonjak, dan Status Emerging Market Indonesia Terancam? (Weekly Newsletter 10 Juli 2026)

Geopolitik Timur Tengah kembali memanas awal Juli 2026 setelah Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan baru ke Iran dan Presiden Trump mengeluarkan peringatan keras yang membuka peluang aksi militer lanjutan. Eskalasi ini langsung mendorong harga minyak Brent melonjak mendekati US$79 per barel, menguat hampir 10% dalam sepekan, meski OPEC+ tengah bersiap menambah kuota produksi Agustus 2026 sebesar 188.000 barel per hari. Lonjakan harga energi turut memperbesar risiko inflasi global, memaksa The Federal Reserve dalam rapat pertama di bawah Ketua baru Kevin Warsh mengambil sikap hati-hati dengan menahan suku bunga di 3,50%–3,75%, meski inflasi PCE naik ke 4,1% dan sejumlah pejabat menilai kenaikan lanjutan masih diperlukan.

Baca Selengkapnya
thumbnail
Market Update 6 Juli 2026

Kenaikan Suku Bunga BoJ, Mengapa Bisa Mengguncang Pasar Saham Dunia?

Kenaikan suku bunga Bank of Japan (BoJ) bisa mengguncang pasar saham dunia karena memicu unwind pada yen carry trade strategi investasi global yang selama puluhan tahun mengandalkan bunga rendah Jepang sebagai "sumber dana" murah untuk dibelikan aset berimbal hasil tinggi di seluruh dunia, mulai dari saham, obligasi, hingga kripto.

Baca Selengkapnya
Sayakaya Logo Copyright ©2024 Landing Page
Download Aplikasi
PT SAYAKAYA LAHIR BATIN
location Sahid Sudirman Centre lt 12
Jl. Jend. Sudirman No.Kav. 13-15, Jakarta 10220
phone +62212527989
email hi@sayakaya.id
SayaKaya adalah aplikasi investasi reksa dana yang berlaku sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dengan produk reksa dana dan manajer investasi pilihan yang telah terkurasi. Dikelola dan dikembangkan oleh PT Sayakaya Lahir Batin yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan dengan nomor registrasi KEP-17/PM.21/2021.

Investasi reksa dana mengandung risiko. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Calon pemodal/pemodal wajib mempelajari prospektus sebelum berinvestasi reksa dana. Dalam melakukan transaksi jual dan beli reksa dana, calon pemodal/pemodal diharapkan memperhatikan profil risiko, kondisi keuangan serta tujuan investasi dari masing-masing calon pemodal/pemodal.