Investasi vs Menabung: Kapan Waktu yang Tepat?
Banyak orang di Indonesia sering bertanya, “lebih baik menabung atau berinvestasi?” Pertanyaan ini wajar, karena keduanya sama-sama penting dalam kehidupan finansial. Namun, menempatkan keduanya sebagai pilihan yang saling menggantikan seringkali menyesatkan. Dalam praktiknya, menabung dan berinvestasi memiliki fungsi yang berbeda.
Menabung dan berinvestasi tidak bersifat substitusi atau saling menggantikan, namun bisa jadi sebuah pilihan komplimenter atau saling melengkapi sesuai dengan tujuan finansial yang ingin dicapai.
Kapan Kita harus Menabung?
Menabung paling relevan untuk kebutuhan yang membutuhkan keamanan dan likuiditas. Dana darurat, misalnya, harus mudah diakses dan tidak boleh terpengaruh fluktuasi pasar. Begitu pula dengan tujuan jangka pendek seperti liburan, uang muka, atau kebutuhan dalam satu hingga dua tahun ke depan.
Dalam konteks ini, menabung memberikan stabilitas. Nilainya tidak akan naik secara signifikan, tetapi juga tidak berisiko turun. Itu sebabnya menabung bukan alat pertumbuhan, melainkan alat perlindungan dan penyimpanan aset saja.
Kapan Kita Harus Berinvestasi?
Berbeda dengan menabung, investasi dirancang untuk tujuan jangka panjang. Dana pensiun, biaya pendidikan anak, atau target keuangan lima tahun ke atas membutuhkan uang yang bertumbuh.
Dalam jangka panjang, investasi membantu uang mengimbangi bahkan melampaui inflasi. Tanpa pertumbuhan, nilai uang akan tergerus oleh kenaikan harga. Karena itu, untuk tujuan Jangka panjang, membiarkan uang “bekerja” melalui aset produktif menjadi lebih relevan daripada sekadar menyimpannya.
Kesalahan yang Sering Terjadi
Banyak orang menyimpan seluruh uangnya dalam bentuk tabungan karena terasa paling aman. Namun, keamanan ini bersifat semu. Seiring waktu, inflasi mengurangi daya beli uang tersebut. Harga barang naik, sementara uang tetap diam. Dalam konteks ini, tidak berinvestasi menjadi sebuah risiko. Risiko kehilangan nilai uang karena inflasi dan kehilangan kesempatan pertumbuhan dari investasi.
Temukan sebuah Keseimbangan
Pendekatan yang lebih sehat adalah membangun keduanya secara bersamaan. Menabung untuk menciptakan rasa aman, lalu berinvestasi secara konsisten untuk pertumbuhan jangka panjang.
Dengan cara ini, seseorang tidak perlu mengorbankan stabilitas demi imbal hasil, atau sebaliknya, menunda pertumbuhan demi rasa aman yang berlebihan. Keduanya berjalan berdampingan sesuai fungsinya masing-masing.
Melangkah ke Tahap Berikutnya
Setelah kebutuhan tabungan dasar terpenuhi, investasi menjadi langkah logis berikutnya. Reksa dana memungkinkan seseorang berinvestasi di berbagai instrumen tanpa harus memilih saham satu per satu, sehingga lebih praktis dan terstruktur, terutama bagi profesional yang sibuk.
Di SayaKaya, Anda dapat memulai investasi dengan pendekatan yang terukur dan sesuai dengan tujuan keuangan Anda. SayaKaya membantu uang Anda bertumbuh, mendapatkan imbal hasil yang menjaga uang Anda tetap aman dari inflasi.
Lihat Blog Lainnya
Bagaimana Cara Menggunakan Fitur SKYfolio
Apa Itu SKYfolio?
Baca Selengkapnya
PROMO THR CUAN
Hai Teman Yamin! Untuk menyambut berkah Ramadan, ada promo spesial buat kamu yang ingin investasi lebih cuan di hari yang penuh kebaikan. Gunakan kode promo THRCUAN dan lakukan pembelian minimal Rp10.000.000 di produk I-Hajj Syariah Fund & Insight Renewable Energy Fund, dan kamu berkesempatan mendapatkan bonus Reksa Dana Insight Renewable Energy Fund senilai Rp100.000.
Baca Selengkapnya
Inflasi di Indonesia: Apa Pengaruhnya Pada Uang Kita, dan Bagaimana Melindunginya.
Inflasi adalah kondisi ketika harga barang dan jasa terus meningkat dari waktu ke waktu. Dalam praktiknya, ini berarti uang yang Anda miliki hari ini akan membeli lebih sedikit di masa depan karena menurunnya nilai mata uang. Kenaikan ini sering terasa kecil dan bertahap, tetapi dampaknya terhadap daya beli bersifat kumulatif dan sangat nyata.
Baca Selengkapnya
