Weekly Newsletter 26 Agustus 2025: BI Rate Turun Dua Bulan Beruntun

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tipis setelah Bank Indonesia (BI) kembali menurunkan BI Rate dengan ditutup pada level 7.858 (-0,51%) untuk periode 15-22 Agustus 2025. Koreksi IHSG dinilai wajar karena sebelumnya IHSG telah mengalami kenaikan signifikan hingga mencetak level All Time High (ATH) terbaru dilevel 8.017 pada minggu sebelumnya (15 Agustus 2025) dan mencetak kenaikan hingga +5,24% dalam seminggu (periode 8-15 Agustus 2025).
Chart: TradingView
Yield obligasi Indonesia 10 tahun masih melanjutkan penguatan dengan ditutup pada level 6,370% dibandingkan minggu sebelumnya dilevel 6,391%. Hal ini berbanding terbalik dengan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang mengalami pelemahan menjauhi level Rp16.000 dengan ditutup pada level Rp16.355 (+1,24%).
Berita Ekonomi Sepekan
Bank Indonesia (BI) melanjutkan tren penurunan suku bunga ditahun 2025 ini dengan kembali menurunkan suku bunga (BI Rate) pada bulan Agustus 2025 dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia 19-20 Agustus 2025 sebesar 25 bps menjadi 5,00% dari yang sebelumnya dilevel 5,25%. Suku bunga Deposit Facility dan Lending Facility juga ikut turun sebesar 25 bps, masing-masing menjadi 4,25% dan 5,75%.
Sumber: TradingEconomics
Keputusan ini dinilai BI konsisten dengan tetap rendahnya prakiraan inflasi tahun 2025 dan 2026 dalam sasaran 2,5±1%, terjaganya stabilitas nilai tukar rupiah, dan perlunya mendorong pertumbuhan ekonomi sesuai dengan kapasitas perekonomian.
Ke depan, BI akan terus mencermati ruang penurunan suku bunga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi sejalan dengan rendahnya prakiraan inflasi dengan tetap mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah.
Penurunan BI Rate pada bulan Agustus ini membuat BI telah melakukan penurunan suku bunga dalam dua bulan beruntun. Sebelumnya pada bulan Juli juga dilakukan penurunan suku bunga sebesar 25 bps menjadi 5,25% dari yang sebelumnya 5,50%. BI Rate telah turun sebanyak empat kali pada tahun 2025, masing-masing sebesar 25 bps pada bulan Januari, Mei, Juli, dan Agustus.
Reksa Dana Pilihan Minggu Ini
Reksa dana pendapatan tetap menjadi pilihan saat ini karena penurunan BI Rate dapat memberikan dampak positif pada kenaikan harga obligasi. Dengan posisi IHSG yang masih cukup tinggi di dekat level 8.000, maka dapat mempertimbangkan untuk menunggu terlebih dahulu pada investasi saham hingga terdapat koreksi atau diskon yang lebih dalam. Sehingga dapat mempertimbangkan reksa dana pendapatan tetap untuk memberikan return yang lebih optimal dengan pergerakan yang relatif stabil.
Beberapa pilihan reksa dana pendapatan tetap yaitu Sucorinvest Sharia Sukuk Fund, Syailendra Pendapatan Tetap Premium, dan Bahana Makara Prima Kelas G.
Yuk investasi reksa dana di SayaKaya!
Disclaimer: Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa yang akan datang. Investasi reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal/pemodal wajib membaca dan memahami prospektus dan informasi ringkas produk investasi (Fund Fact Sheet) sebelum berinvestasi reksa dana. Dalam melakukan transaksi jual dan beli reksa dana, calon pemodal/pemodal diharapkan memperhatikan profil risiko, kondisi keuangan, serta tujuan investasi dari masing-masing calon pemodal/pemodal.
Lihat Blog Lainnya

Weekly Newsletter 19 Agustus 2025: Inflasi AS Terkendali, Bersiap Penurunan Suku Bunga
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menembus level tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) yang sebelumnya berada dilevel 7.910 pada tanggal 19 September 2024 dengan mencatatkan level ATH terbaru dilevel 8.017 pada hari Jumat, 15 Agustus 2025, menjelang hari kemerdekaan Indonesia yang ke-80. IHSG ditutup pada level 7.898 (+5,24%) untuk periode 8-15 Agustus 2025.
Baca Selengkapnya
Promo Merdeka bersama Avrist Asset Management
Hai Teman Yamin!
Baca Selengkapnya
Weekly Newsletter 5 Agustus 2025: The Fed Tahan Suku Bunga, Inflasi Indonesia Melanjutkan Kenaikan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat mencatatkan level tertingginya selama tahun 2025 pada 29 Juli dilevel 7.680. Tetapi setelah itu IHSG berbalik arah turun dengan ditutup pada level 7.357 (-0,08%) untuk periode 25 Juli - 1 Agustus 2025, menghentikan serangkaian kinerja positif tiga minggu beruntun sebelumnya.
Baca Selengkapnya