
Kenapa Reksa Dana Bisa Cocok dengan Profil Risiko yang Berbeda-Beda?
Setiap orang memiliki karakter dan toleransi risiko yang berbeda saat berinvestasi. Ada yang lebih nyaman dengan investasi yang relatif stabil, ada yang siap menghadapi naik-turunnya nilai investasi, dan ada juga yang berani mengambil risiko lebih tinggi untuk mengejar potensi imbal hasil yang lebih besar.
Baca Selengkapnya
Kenapa Reksa Dana Bisa Cocok dengan Profil Risiko yang Berbeda-Beda?
Setiap orang memiliki karakter dan toleransi risiko yang berbeda saat berinvestasi. Ada yang lebih nyaman dengan investasi yang relatif stabil, ada yang siap menghadapi naik-turunnya nilai investasi, dan ada juga yang berani mengambil risiko lebih tinggi untuk mengejar potensi imbal hasil yang lebih besar.
Baca Selengkapnya
Generasi Sandwich Susah Nabung? Ini Strategi Mengatur Keuangan yang Bisa Dicoba
Udah kerja dan punya penghasilan sendiri, tapi masih susah nyisihin uang tiap bulan?
Baca Selengkapnya
Bagaimana Cara Kerja Manajer Investasi Dalam Mengelola Dana Investor?
Saat kamu membeli reksa dana, mungkin yang terlihat sederhana hanya pilih produk, masukkan nominal investasi, lalu selesai dan tinggal tunggu hasil returnnya dari investasi.
Baca Selengkapnya
Rupiah Menguat di Tengah Kenaikan Harga Minyak, Apa Dampaknya bagi Investor? (Weekly Newsletter 11 September 2026)
Rupiah baru saja melewati periode yang cukup menegangkan. Saat perang Amerika Serikat (AS)–Iran pecah awal Maret lalu, nilai tukar rupiah sempat melemah tajam dari Rp16.980 menjadi Rp18.195 per dolar AS, dipicu kekhawatiran kenaikan harga minyak akan memperlebar defisit neraca berjalan dan menekan fiskal Indonesia. Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan pun turun tangan mulai dari menaikkan suku bunga hingga 100 basis poin, melepas intervensi di pasar obligasi jangka panjang, hingga efisiensi anggaran dan pelemahan rupiah berangsur mereda.
Baca Selengkapnya
Bagaimana Cara Sucorinvest Anak Pintar Konsisten Outperform Benchmark Sekaligus Mendanai Pendidikan Anak Indonesia?
Sucorinvest Anak Pintar adalah reksa dana campuran milik PT Sucorinvest Asset Management (Sucor AM) yang telah beroperasi sejak Februari 2017 dan mencatat kinerja jangka panjang yang secara konsisten mengalahkan tolok ukurnya. Berdasarkan data per 31 Juli 2026, return reksa dana ini mencapai 274,38% sejak peluncuran, jauh melampaui Infovesta Balanced Fund Index yang hanya tumbuh 26,84% pada periode sama. Namun yang membedakan produk ini dari reksa dana campuran lain bukan hanya soal angka return.
Baca Selengkapnya
Pemerintah AS Beri $1000 Untuk Anak yang Lahir dari tahun 2025-2028 Wajib Diinvestasikan di reksa dana/ETF Indeks Saham.
Pemerintah AS Beri $1000 Untuk Anak yang Lahir dari tahun 2025-2028 Wajib Diinvestasikan di reksa dana/ETF Indeks Saham.
Baca Selengkapnya
Reksa Dana Pasar Uang vs Deposito 2026: Mana Lebih Untung di Tengah Suku Bunga Tinggi?
Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate di level 5,75% sejak Juni 2026, level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini membuat instrumen berbasis suku bunga, seperti reksa dana pasar uang dan deposito berjangka, kembali jadi sorotan investor yang mencari tempat "parkir dana" dengan risiko rendah. Namun meski sama-sama konservatif, keduanya punya karakter berbeda yang memengaruhi hasil akhir di kantong investor.
Baca Selengkapnya
The Fed Condong Hawkish dan Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Menguat ke 68%, Apa Dampaknya bagi Investor Indonesia?
Pasar keuangan global bergejolak menyusul pidato perdana Gubernur The Fed Kevin Warsh di simposium Jackson Hole pada 28 Agustus 2026, yang menegaskan bahwa mengendalikan inflasi tetap menjadi prioritas utama bank sentral AS. Meski Warsh tidak secara eksplisit mendukung kenaikan suku bunga, pernyataannya langsung mendorong ekspektasi pasar: probabilitas kenaikan suku bunga pada pertemuan The Fed 15–16 September melonjak dari sekitar 40% menjadi 57% dalam sepekan, dan terus menguat hingga sekitar 68% menyusul data pasar tenaga kerja AS yang meski melambat namun masih dinilai tangguh.
Baca Selengkapnya
Apa Itu Switching Reksa Dana dan Bagaimana Cara Melakukannya?
Dalam berinvestasi reksa dana, ada kalanya kamu ingin mengubah pilihan produk tanpa harus mencairkan investasi terlebih dahulu ke rekening bank. Salah satu pilihan yang dapat dilakukan adalah menggunakan fitur switching reksa dana.
Baca Selengkapnya