Telur-Telur yang Pecah di Dalam Satu Keranjang - SayaKaya

“Porto­fo­lio gue cuan 200% dalam 3 bulan!”

Sadar gak sih kalau makin kesi­ni makin banyak orang yang hobi mem­band­ingkan imbal hasil porto­fo­lio mere­ka? Seti­ap ada review atau flex­ing porto­fo­lio, ada suatu tema yang seper­tinya jadi benang mer­ah. Kalau mau cuan gede, porto­fo­lio nya terkon­sen­trasi alias bet big. Is that a wise prac­tice, or no?

Secara intu­itif, porto­fo­lio yang con­cen­trat­ed itu masuk akal kalau mau men­ca­pai return yang ting­gi. Namun, rata-rata intu­isi orang itu berto­lak belakang den­gan sta­tis­tik. Yang cen­derung dia­baikan disi­ni adalah jum­lah orang yang men­co­ba strate­gi con­cen­trat­ed port­fo­lio ini. 

Bera­pa banyak orang den­gan super con­cen­trat­ed port­fo­lio yang akhirnya men­da­p­at keru­gian yang men­cen­gangkan juga? Jawa­ban­nya: kemu­ngk­i­nan besar jauh lebih banyak dari pada yang kita kira. Ten­tu saja itu ceri­ta yang kebanyakan orang tidak mau ceritakan. 

Banyak yang melu­pakan suatu hal seder­hana keti­ka berin­ves­tasi: for every addi­tion­al excess return, expect addi­tion­al risk. Terkadang kita mikir risiko cuma dalam kon­teks two-dimen­sion­al, “Oh iya, saya tau har­ga aset­nya bisa turun.” Tapi sebe­narnya banyak sekali loh fak­tor risiko lainnya.

Mis­al­nya kita tahu har­ga suatu aset bisa naik dan bisa turun. Namun, apakah kita men­catat poten­si bah­wa kita harus men­cairkan aset terse­but sebelum aset terse­but bisa mem­buahkan hasil (hori­zon risk)?

Nah, bayangkan kalau porto­fo­lio inves­tasi kita super con­cen­trat­ed dalam suatu aset. Iya kamu bisa dap­at hasil yang besar kalau speku­lasinya benar, kalau speku­lasinya salah?

Kare­na tidak ada yang bisa mera­mal hari esok, maka sebaiknya kita berin­ves­tasi dalam porto­fo­lio yang didi­ver­si­fikasi. Diver­si­fikasinya caranya bagaimana?

Ada lima poin pent­ing yang harus diper­hatikan dalam pemil­i­han kelas aset berinvestasi:

  1. Invest­ment goal: apa yang kita ingin capai? Bera­pa yang kita butuhkan?
  2. Time hori­zon: kapan kita harus atau ingin men­ca­pai tujuan tersebut?
  3. Risk pro­file: Bera­pa tingkat risiko yang kita bisa tang­gung, dan bera­pa tingkat risiko yang kita mau tanggung?
  4. Liq­uid­i­ty: Seber­a­pa pent­ing likuid­i­tas dalam tujuan kamu? Apakah kamu per­lu untuk menarik dana ini sewak­tu-wak­tu? Atau kamu bisa memi­li­ki hori­zon yang lebih panjang?
  5. Cap­i­tal: Bera­pa yang kita mili­ki? Bera­pa dana yang bisa kita tambah/sisihkan di masa men­datang? Bera­pa tingkat return yang kita perlukan?

Keli­ma per­tanyaan di atas dap­at mem­ban­tu kita dalam menen­tukan kom­po­sisi kelas aset yang pal­ing opti­mal dalam men­ca­pai tujuan. Ser­ingkali, tujuan keuan­gan yang berbe­da akan mem­bu­tuhkan kom­po­sisi kelas aset yang berbe­da pula. Maka dari itu, san­gat bijak untuk mem­ban­gun beber­a­pa porto­fo­lio yang berbe­da supaya bisa men­gelo­la seti­ap tujuan keuan­gan kita den­gan optimal.

Kena­pa opti­mal? Bukan­nya ter­baik? Kare­na pemil­i­han kelas aset yang baik itu ide­al­nya dap­at menye­laraskan semua jawa­ban dari keli­ma per­tanyaan di atas. Con­toh: dana pernikahan.

  1. Invest­ment goal: memi­li­ki dana untuk pernika­han. Kita mau mengumpulkan dana sebe­sar Rp 25.000.000.
  2. Time Hori­zon: perki­raan tang­gal untuk menikah 1 tahun dari sekarang. Maka jang­ka wak­tun­ya pendek. 
  3. Risk pro­file: kare­na sudah ber­jan­ji den­gan calon mer­tua, maka ten­tu saja risiko yang bisa ditang­gung kecil. Kita tidak bisa menim­bulkan poten­si keru­gian ter­hadap port­fo­lio yang satu ini. 
  4. Liq­uid­i­ty: (kok ga ada?)
  5. Cap­i­tal: saat ini baru mengumpulkan Rp 15.000.000. Seti­ap bulan­nya hanya bisa meny­isihkan Rp 750.000.

Dari situ­asi di atas, kita bisa hitung secara kasar bah­wa keti­ka wak­tun­ya tiba, dana yang dis­isihkan nom­i­nal­nya men­ca­pai Rp15.000.000 + (12 x Rp750.000) = Rp24.000.000. Sehing­ga masih dibu­tuhkan nom­i­nal Rp1.000.000 lagi untuk men­ca­pai tujuan terse­but. Hitun­gan kasar, kita bisa men­cari instru­men inves­tasi yang tingkat return-nya sek­i­tar 5% untuk menu­tupi keku­ran­gan terse­but. Mis­al­nya, depos­i­to den­gan bun­ga yang lebih ting­gi dikom­bi­nasikan den­gan rek­sa dana pasar uang.

Nah, bagaimana kalau dana yang dikumpulkan tidak bisa memenuhi jum­lah diatas? Let’s say… jika kita butuh dana Rp 30.000.000 dan bukan Rp 25.000.000.

Jika jawa­ban kamu adalah men­cari instru­men inves­tasi den­gan poten­si imbal hasil lebih ting­gi, kamu tidak salah. Namun kamu juga harus ingat bah­wa poten­si imbal hasil yang lebih ting­gi ini dibaren­gi juga den­gan poten­si risiko yang lebih besar.

Mis­al­nya, kamu memu­tuskan untuk menaruh dana kamu di instru­men saham. 

Memang betul, poten­si imbal hasil mungkin lebih ting­gi, namun bisa saja kamu akhirnya gagal nikah kare­na salah memil­ih saham sehing­ga men­gala­mi keru­gian. Ingat, poten­si imbal hasil yang lebih besar artinya ada poten­si keru­gian yang sama besarnya (or even big­ger!).

Diver­si­fikasi sendiri bukan hanya bisa dilakukan lin­tas kelas aset (mis­al­nya, kom­bi­nasi pasar uang dan depos­i­to), namun juga dalam suatu kelas aset sendiri. Mis­al­nya, untuk menghin­dari risiko under­per­for­mance (kin­er­ja di bawah rata-rata), kita memil­ih dua rek­sa dana pasar uang dari man­a­jer inves­tasi yang berbe­da. Ini juga ben­tuk diver­si­fikasi lho.

Semoga sedik­it ilus­trasi diatas bisa mem­ban­tu teman-teman lebih menger­ti men­ge­nai diver­si­fikasi. Selan­jut­nya, kita akan mem­ba­has men­ge­nai diver­si­fikasi di beber­a­pa kelas aset lain untuk men­ca­pai tujuan keuan­gan yang lebih pan­jang. Sam­pai jumpa di blog berikutnya!

Gambar Market Research 26 November 2022: Akan Ada Apa di Ekonomi 2023?

Market Research 26 November 2022: Akan Ada Apa di Ekonomi 2023?

26/11/2022 Read more
Gambar Keep The Investment Ball Rolling! World Cup 2022 In Numbers

Keep The Investment Ball Rolling! World Cup 2022 In Numbers

25/11/2022 Read more
Gambar Jessica Berbicara

Jessica Berbicara

25/11/2022 Read more
Sayakaya Logo
Copyright ©2022 Landing page
PT SAYAKAYA LAHIR BATIN
location Sahid Sudirman Centre lt 12
Jl. Jend. Sudirman No.Kav. 13-15, Jakarta 10250
phone 021-2526985
email hi@sayakaya.id